Pernyataan Mengenai Status Kelaikan Terbang PK-LQP,Ini Penjelasan KNKT

Pernyataan Mengenai Status Kelaikan Terbang PK-LQP,Ini Penjelasan KNKT – Lion Air berkeberatan pengakuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berkaitan pesawat PK-LQP yang diartikan tidak laik terbang kala penerbangan Denpasar-Jakarta. KNKT menuturkan duduk masalah berkaitan pengakuan berkaitan kelaikan terbang pesawat itu. KNKT mengatakan jika Lion Air PK-LQP dalam keadaan laik terbang kala terbag dari Denpasar atau Jakarta.

Tersebut keterangan komplet KNKT yang diungkapkan melalui info tercatat :

Berkenaan dengan mengembangnya kabar berita di mass media sehubungan laporan awal KNKT yang diungkapkan di hari ini, Rabu tanggal 28 November 2018. Sejumlah wadah memberikan jika KNKT, sudah memberikan jika pesawat Lion Air Boeing B 737 8 (MAX) register PK-LQP dikatakan tidak laik terbang dari sejak Denpasar, Bali termasuk juga penerbangand dari Jakarta ke Pangkal Pinang

Tersebut KNKT dapat berikan klarifikasi sama dengan keterangan pada pertemuan wartawan pada tanggal 28 November 2018 jika :

Menurut aturan di Indonesia, pesawat dikatakan laik terbang juka Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) sudah di tandatangani oleh engineer (releaseman) . Selesai pesawat datang, pilot memberikan laporan terdapatnya problem pada pesawat, engineer sudah lakukan perbaikan serta pengujian. Selesai hasil pengujian memberikan hasil baik karena itu AFML di tandatangani oleh releaseman serta pesawat dikatakan laik terbang

Satu diantaranya keadaan yang sebabkan kelaikudaraan (airworthiness) selesai jikalau ketika terbang pesawat alami problem. Ketetapan untuk menambahkan terbang atau lekas datang ada pada tangan pilot in command (Captain)

Karena itu diungkapkan jika pesawat Lion Air Boeing B 737-8 (MAX) register PK-LQP dalam keadaan laik terbang kala pergi dari Denpasar Bali dengan nomor penerbangan JT 043, atau ketika pergi dari Jakarta dengan nomor penerbangan JT 610

Demikian diungkapkan untuk klarifikasi kabar berita biar tidak menyebabkan salah-paham di warga

Info selanjutnya bisa mengontak KNKT Command Center 081212655155

Jakarta, 28 November 2018
Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan
Capt Nurcahyo Utomo

Pada pertemuan wartawan tadi siang, Nurcahyo sudah sempat mengatakan jika keadaan pesawat Lion Air PK-LQP itu tidak laik terbang kala pilot menemukannya problem dalam penerbangan Denpasar ke Jakarta.

Kala sesion bertanya jawab dalam jumpa wartawan, ada seseorang bagian keluarga korban yang ajukan pertanyaan. Sejumlah salah satunya yaitu masalah masalah tekhnis dari kontrol pesawat dikerjakan sebelum atau sehabis penerbangan, apa teknisi yang mengecek cuma dari pihak Lion Air, apa pesawat laik terbang, apa pilot memiliki pengalaman, apa benar minta dukungan dari pihak asing, apa koordinat body udah diketemukan, serta apa penelusuran DNA cuma dapat dikerjakan oleh Polri.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo lantas menjawab. Berikut jawabannya :

Beri ijin saya memberikan ikut berduka cita. pertama, pertanyaan bagaimana dengan masalah yang berlangsung apa udah dideteksi sebelum kecelakaan atau sehabis kecelakaan, serta barusan bapak bertanya apa pesawat dikatakan laik terbang.

Jadi menurut aturan di Indonesia dari ketetapan menhub, pesawat dikatakan menjadi laik terbang jika penuhi 2 prasyarat adalah sama dengan pada keadaan pesawat ini dibikin atau istilahnya comply to jenis certificate. Ke-2, dalam keadaan yang aman untuk diterbangkan. Keadaan yang aman untuk diterbangkan ini disinyalir dengan tanda-tangan oleh teknisi atau disebut yaitu release man. Release man ini yaitu orang yang diakui oleh negara, dikasih license, lisensi untuk lakukan pekerjaannya mengatakan pesawat laik terbang. Pastinya perlu kursus serta pengalaman serta ada ujian. Jadi, lisensi yang dikasihkan ini yaitu dikasihkan Kemenhub menjadi perpanjangan tangan Kemenhub untuk mengatakan pesawat dikatakan laik terbang atau mungkin tidak

Seterusnya, pesawat akanlah tetap dikatakan laik terbang hingga waktu pendaratan seterusnya, dicheck kembali oleh teknisi yang sesudah itu atau release man seterusnya atau pesawat dikatakan berubah menjadi tidak laik terbang jikalau selesai dalam kendali pilot alami problem yang udah menyelimpang dari rancangan awal atau jenis certificate-nya atau alami problem hingga tidak aman untuk diterbangkan. Jadi ketika dalam kendali pilot, kelaikan terbang ini berubah menjadi kewenangan pilot.

Bapak barusan bertanya bagaimana hasilnya, seperti saya barusan berikan ada 6 kali terdaftar di buku pesawat ini alami problem. Tiap-tiap alami problem udah diperbaiki, udah di tandatangani oleh release man hingga dengan cara hukum pesawat dikatakan laik terbang. Lantas di penerbangan Denpasar-Jakarta, pesawat alami problem ketika terbang, pilot hendak memutuskan untuk senantiasa hingga Jakarta. Berikut basic yang keluar rujukan kita yang pertama barusan pada Lion Air, pilotnya untuk tentukan senantiasa atau kembali. Sebab menurut pandangan kami, yang berlangsung itu pesawat tidak laik terbang. Menurut arahan kami, semestinya penerbangan itu tidak diteruskan. Jadi berikut rujukan kami yang pertama keluar faktanya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *