PDIP Bongkar Gudang ‘Raja Jokowi’

PDIP Bongkar Gudang ‘Raja Jokowi’ – Pembuat atau pemilik poster ‘Raja Jokowi’ masih tetap jadi tanda pertanyaan. Dengan batas waktu ini hari, pembuat serta penyebarnya disuruh hadir menjumpai PDIP untuk menuturkan tujuan pemasangan. Terasa tersentil, tim lawan politik memandang PDIP dibuat-buat bila menuduh mereka.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, menjelaskan dianya langsung mengeluaran edaran untuk kader supaya selekasnya melepaskan poster type rontek itu sesudah pastikan DPP PDIP serta team kampanye nasional ataupun daerah tidak ada perintah untuk bikin poster itu.

Sesudah poster-poster serta stiker di belakang agkutan kota dengan gambar sama di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah diturunan, PDIP ikut lakukan pencarian. Saat lihat seorang menempatkan poster itu, nyatanya memang benar ada perintah dari ‘pusat’ akan tetapi orang itu tidak dapat mejelaskan siapa yang disebut.

“Telah ada, yang masang telah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Telah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang berjumpa kita. Kita bertanya, ‘Kamu itu pasang bagaimana?’. (Dijawab) ‘Disuruh dari pusat’,” papar Bambang waktu dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Akan tetapi dari pencarian itu didapati sebelum pemasangan poster ada pertemuan di hotel di Semarang. Gudang area untuk menyimpan alat peraga kampanye ‘raja Jokowi’ itu juga didapati. PDIP juga memandang itu bukan project dengan dana dikit sebab ada 10 poster setiap desa hingga ada peluang banyaknya 85 ribu lembar se Jawa Tengah.

“Sekali pasang, yang menempatkan bisa Rp 5 ribu, plus bambu serta tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belumlah percetakannya, pengangkutannya serta lainnya lain. Menyertakan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar,” kata Bambang Wuryanto di Semarang, Rabu (14/11/2018).

Bila benar semacam itu, menurut Bambang, pembuat atau pemilik poster ialah orang kaya. Dalam analisisnya peluang pemiliknya peluang ialah tim lawan politik. Akan tetapi tidak tertutup peluang jika pemiliknya ialah simpatisan Jokowi sendiri.

Akan tetapi berkaitan peluang jika poster-poster itu dibikin oleh simpatisan Jokowi sendiri, Bambang Wuryanto menyebutkan jika benar demikian jadi simpatisan itu mempunyai pandangan organisasi yang tidak mencukupi. Akan tetapi bila lawan politik yang membuat, Bambang mengaku orang itu pintar.

“Pasti yang miliki gawe (kebutuhan) itu orang yang miliki uang. Jika (dibikin) simpatisan Jokowi, maaf, pandangan organisasinya rendah, pandangan budayanya rendah. Tetapi jika lawan, ia jago, miliki kecerdasan mengagumkan, sebab jika salah turunkan (poster), rumor menyebar PDIP turunkan gambar Jokowi, mencari sensasi,” jelas Bambang.

PDIP belumlah akan memutuskan untuk memberikan laporan pemasangan poster itu ke pihak berwajib. Menurut PDIP, poster itu mencatut logo PDIP tiada sepengetahuan partai. Lalu dipandang merendahkan sebab Jokowi ialah capres yang maju lewat penentuan umum.

“Ini merendahkan kecerdasan. Ini masa demokrasi, petinggi politik, ini menjadi calon presiden, berarti jika lalu disebutkan raja, raja kan tidak diambil, harusnya diambil, elektoral. Ini merendahkan kecerdasan PDIP,” tegasnya.
Menunggu Timbulnya Si Tajir Penasbih ‘Raja Jokowi’Stiker ‘Raja Jokowi’ di angkutan umum (Photo: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Sekarang PDIP masih tetap menanti pemilik poster hadir dengan kesatria ke kantor DPD PDIP Jawa Tengah. Siang kelak akan diselenggarakan rapat oleh pengurus PDIP Jateng untuk memastikan sampai kapan akan menanti serta langkah apakah yang akan diambil setelah itu.

“Ini hari kami sampai step semua APK kita amankan. Step selanjutnya menanti sang pemilik APK berlaku kesatria. Kita akan ajak diskusi menjadi sama-sama anak bangsa. Saya yakinkan tidak ada lecet dikit juga,” katanya.

Selain itu Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menyayangkan dakwaan yang ke arah oposisi. Dia merekomendasikan PDIP langsung lapor ke Bawaslu.

“Jika masalah edaran (penurunan poster), kami mengerti langkah itu. Tetapi sama-sama tuduh itu membuat situasi tidak baik,” kata Sriyanto pada detikcom, Selasa (13/11/2018).

Dia ikut menyebutkan beredarnya poster itu tentu perlu cost tinggi, hingga menurut Sriyanto pihaknya lebih baik cetak poster Praowo-Sandi dibanding cetak poster lawan politik. “Daripada membuat itu, mending kami bikin poster buat kami,” katanya.

Sriyanto menuturkan supaya tidak sama-sama tuduh, sebab berdasar pada pengalamannya menjadi Ketua Pengawas Penentuan Gubernur Jawa Tengah tahun 2008, ada penyebaran selebaran yang menjelekkan Calon Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Sesudah pelakunya tertangkap nyatanya diantaranya ialah simpatisan Bibit sendiri.

“Saya tahun 2008 miliki pengalaman waktu jadi ketua Panwas Pilgub Jateng tersebar selebaran yang sudutkan Cagub Bibit Waluyo sesudah dijelajahi nyatanya yang membuat pihak spesifik yang tidak dari tim lawan,” tuturnya.

Ahli komunikasi politik Kampus Paramadina, Hendri Satrio, melihat orang dibalik poster yang tampilkan Presiden Joko Widodo bak raja itu tidak memahami hukum.

“Apapun itu, memang siapa juga yang tempatkan poster itu, yang pertama, memang tidak memahami mengenai hukum di NKRI. Selalu lalu yang ke-2 memang mencari perhatian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *