Keberhasilan Pep Di Ukur Trofi Liga Champions

Keberhasilan Pep Di Ukur Trofi Liga Champions – Pep Guardiola sadar jika treble domestik musim ini belum cukup membuat dipandang sukses di Manchester City. Lantaran ukuran keberhasilan Pep yaitu trofi Liga Champions.

Guardiola barusan bawa City mendapatkan tiga trofi di laga lokal. Yaitu Piala FA yang menjadi trofi dalam negeri paling akhir City musim ini seusai menaklukkan Watford 6-0 di final pekan akhir tempo hari.

Sebelum itu, City dibawa Guardiola memenangkan Premier League serta Piala Liga Inggris. Prestasi yang termasuk fantastis mengingat belumlah sempat ada team Inggris yang melaksanakannya bahkan juga Manchester United di jaman Sir Alex Ferguson.

Terkecuali itu, City-nya Guardiola pun membuat 50 kemenangan dalam semusim di semuanya laga, kembali jadi club Inggris pertama yang melaksanakannya. Lumrah kalau City dipuja-puji beberapa orang, lebih Guardiola yang telah menyapu bersih semuanya trofi di Inggris.

Namun buat Guardiola, trofi-trofi yang telah ada kurang memberinya perasaan aman dari arahan. Lantaran arahan bakal senantiasa datang sepanjang dirinya sendiri belum bisa bawa City berprestasi pada tingkat Eropa.

“Ya, pastinya, saya akan tidak ada di sini kalau tidak meyakini dapat membuat team ini lebih baik,” tutur Guardiola seperti diambil Sportskeeda.

“Saya kenal itu bakal susah sebab beberapa orang bakal senantiasa memperbandingkan serta beberapa orang tidak dapat menghendaki kami ulangi treble ini atau mendapatkan empat gelar satu tahun, itu cuman dapat dijalankan sekali dalam kehidupan Anda.

Mulai sejak mengatasi City, Guardiola memang masih tidak sukses memberikan Si Kuping Besar. Dua tahun paling akhir City senantiasa berhenti di perempatfinal seusai cuman hingga sampai 16 besar pada musim pertamanya. Walaupun sebenarnya Guardiola punyai pengalaman bawa Barcelona kedua kalinya juara.

“Seperti yang saya menyebutkan awalnya, kelanjutannnya saya bakal dipandang berdasar pada apa kami memenangkan Liga Champions atau mungkin tidak. Saya kenal seluruhnya akan tidak cukup hingga sampai kami memenanginya.”

“Saya kenal ini bakal senantiasa ikuti saya. Disaat saya datang di Barcelona, kami mujur dapat juara kedua kalinya dalam empat tahun serta beberapa orang senantiasa menghendaki jika saya senantiasa dapat juara Liga Champions serta itu masih hingga sampai saat ini.”

“Di club ini, rekor point serta laga domestik itu fantastis, namun susah memenangkan Liga Champions, tidak seperti lainnya sebab tim-tim bagus berada pada sana. Kompetisinya demikian seru namun kami mau menjuarainya,” demikian ia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *