Pertaruhan Sukses Rossi di MotoGP Prancis 2019

Pertaruhan Sukses Rossi di MotoGP Prancis 2019 – Rider Yamaha Valentino Rossi puas pertaruhannya di set penyisihan MotoGP Prancis 2019 membawa hasil positif serta membuat The Doctor dapat start dari urutan ke-5 di Circuit Le Mans, Minggu (19/5) .

Rossi mesti mengawali set penyisihan dari Q1 sesudah cuma ada di urutan 14 pada Jumat (17/5) . Hujan mendekati latihan bebas ke-tiga membuat rider 40 tahun itu tak miliki kesempatan lolos automatis ke Q2.

Dengan rider Suzuki Alex Rins serta LCR Honda Cal Crutchlow mengawali dari Q1, kesempatan Rossi untuk maju ke Q2 mula-mula dikira benar-benar kecil. Tetapi, Rossi sukses mendapatkan urutan ke-5 di set penyisihan sesudah terpaut 0, 703 detik dari Marc Marquez yang mendapatkan pole.

” Saya benar-benar puas lantaran saya tidak berhasil masuk Q2 saat pagi hari serta kami mesti mencari suatu untuk tingkatkan urutan start. Kami ambil resiko di Q1 saat memanfaatkan ban slick, serta itu nyata-nyatanya pilihan yang pas, ” papar Rossi diambil dari Crash.

Valentino Rossi sudah sempat persoalan selama latihan bebas MotoGP Prancis 2019. Valentino Rossi sudah sempat persoalan selama latihan bebas MotoGP Prancis 2019.
” Pilihan itu benar-benar beresiko, namun membawa hasil, lantaran tak ada kebanyakan air di lintasan serta saya sanggup maju ke Q2. Itu soal yang penting. di Q2 saya cukup bersaing memanfaatkan ban basah di situasi lintasan basah. Saya urutan lima serta punyai kecepatan cukuplah bagus di situasi lintasan basah, ” sambung Rossi.

Selanjutnya Rossi mengatakan masih tak yakin diri kalau balapan MotoGP Prancis 2019 dilaksanakan diatas lintasan kering. Rossi menyampaikan Yamaha masihlah harus kerja keras untuk tingkatkan perform sepeda motor M1 di lintasan kering.

Spekulasi Sukses Rossi di MotoGP Prancis 2019
” Di lintasan kering saya tidaklah terlalu kuat. Kami mesti coba beberapa modifikasi, namun kami tak punyai waktu untuk melaksanakannya. Kami mesti tunggu apa situasi cuaca kala balapan, ” ujar Rossi.

Teman setim Rossi di Yamaha, Maverick Vinales, mesti start dari urutan 11 biarpun sudah sempat jadi rider paling cepat di latihan bebas ke-2 serta ke-tiga.

Marquez Ada Di Klassemen Pertama

Marquez Ada Di Klassemen Pertama – Classement MotoGP 2019 alami pergantian relevan selesai Marc Marquez mencapai kemenangan di MotoGP Prancis 2019 di Circuit Le Mans, Minggu (19/5) .

Marquez menundukkan dwi Ducati, Andrea Dovizioso serta Danilo Petrucci, pada balapan MotoGP Prancis 2019. Kemenangan di Le Mans membuat Marquez unggul delapan point atas Dovizioso yg naik ke urutan dua classement dengan merubah Alex Rins.

Rins yg cuma sanggup finish ke-10 di Le Mans, turun ke urutan tiga dengan record 75 point. Valentino Rossi konsisten di urutan lima selesai finish ke-5 di MotoGP Prancis 2019. The Doctor saat ini mengumpulkan 72 point.

Petrucci naik ke urutan lima dengan 57 point, disusul Jack Miller dengan 42 point, dan Cal Crutchlow serta Franco Morbidelli yg saling mengumpulkan 34 point.

Marc Marquez rayakan kemenangan di MotoGP Prancis 2019. Marc Marquez rayakan kemenangan di MotoGP Prancis 2019.
Rider KTM Pol Espargaro sukses merubah Maverick Vinales dari urutan ke-10. Espargaro yg finish ke enam di Le Mans miliki 31 point, sesaat Vinales yg tidak sukses finish ada pada urutan sepuluh dengan 30 point.

Classement MotoGP 2019 : Marquez Perluas Jarak
Dari 24 rider musim ini, tinggal Karel Abraham serta Bradley Smith yg belum sanggup merampas point di MotoGP 2019.

Balapan ke enam di MotoGP 2019 dapat berjalan di MotoGP Italia, 2 Juni waktu depan. Balapan di Circuit Mugello dapat ditayangkan dengan live streaming oleh CNNIndonesia. com.

Classement MotoGP 2019 :

1. Marc MARQUEZ 95
2. Andrea DOVIZIOSO 87
3. Alex RINS 75
4. Valentino ROSSI 72
5. Danilo PETRUCCI 57
6. Jack MILLER 42
7. Cal CRUTCHLOW 34
8. Franco MORBIDELLI 34
9. Pol ESPARGARO 31
10. Maverick VINALES 30
11. Takaaki NAKAGAMI 29
12. Fabio QUARTARARO 25
13. Aleix ESPARGARO 22
14. Jorge LORENZO 16
15. Johann ZARCO 10
16. Pecco BAGNAIA 9
17. Joan MIR 8
18. Miguel OLIVEIRA 8
19. Stefan BRADL 6
20. Andrea IANNONE 6
21. Hafizh SYAHRIN 2
22. Tito RABAT 2
23. Karel ABRAHAM
24. Bradley SMITH

Jorge Lorenzo Kecewa, Sedih, Dan Khawatir

Jorge Lorenzo Kecewa, Sedih, Dan Khawatir – Rider Repsol Honda, Jorge Lorenzo, tidak sanggup menutupi kegundahannya selesai fini di tempat ke-12 pada MotoGP Jerez, Spanyol, Minggu (5/5/2019). X-Fuera semakin bertambah bimbang sebab catatan saatnya terpaut kurang lebih 20 detik dari sang kampiun, yang gak lain teman setimnya, Marc Marquez.

MotoGP Jerez rata-rata cukuplah berkawan buat Lorenzo, bahkan juga saat dianya sendiri lebih kesusahan di Ducati. Saat waktu menguatkan serta terseok-seok di Ducati, Lorenzo dapat naik tribune di Jerez.

Keajaiban mirip gak terulang lagi pada balapan tempo hari. Lorenzo bahkan juga mengatakan tidak berhasil bisa melesat kencang saat gak memperoleh dorongan dari pesaing-pesaingnya. Rider Spanyol itu tampak frustrasi sebab benar-benar gak bersaing.

“Saya gak dapat bahagia selesai balapan ini. Hal yang rasional kalau rasakan susah, sedih, serta kuatir. Lihat saja muka saya. Saya rasakan gak memberikannya semuanya serta lambat,” kata Lorenzo, seperti dikutip GP One.

“Saya lewat waktu susah, namun hanya satu metode cukup dengan konsisten berpikir positif,” tambah ia.

Lorenzo mulai balapan MotoGP Jerez di tempat kurang baik. Ia cuma start pada tempat ke-10, jauh dari Marquez yang menduduki start ke-tiga. Walau mengaku tempat start memiliki pengaruh, Lorenzo menjelaskan akar permasalahannya bukan aspek itu.

“Kalau start lebih baik, mungkin saya tambah cepat pada lap-lap awal. Namun, ini hari saya lambat, bahkan juga saat membalap sendirian. Kalau Anda punyai kecepatan yang konsisten, Anda masih dapat bangun. Ini hari hal demikian tak berlangsung,” kata Jorge Lorenzo.

Pandangan Rossi Tentang Pembalap Asia

Pandangan Rossi Tentang Pembalap Asia – Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjelaskan pembalap-pembalap muda miliki keberanian semakin besar di trek di banding beberapa seniornya. Menurut Rossi, rider dari Indonesia serta Jepang masuk kelompok rider yang pemberani.

“Sesudah melakukan (balapan) sekian tahun, Anda lebih waspada. Di Moto3 serta Moto2, pembalap-pembalapnya lebih hilang ingatan,” kata Rossi, seperti dikutip GP One, baru saja ini.

“Rider yang pemberani? Saya pikir Jepang, Indonesia, tetapi pun Inggris terpenting pada trek basah,” tambah rider yang akrab dipanggil The Doctor itu.

Rossi telah tidak muda kembali. Pada MotoGP 2019 ia telah berumur 40 tahun. Ia selalu membalap sekurang-kurangnya sampai umur 41 sebab telah terikat kontrak dengan Movistar Yamaha sampai 2021.

Walau tenaganya tidak sekuat dahulu, Rossi miliki suatu yang tidak dipunyai beberapa rider muda, yakni pengalaman. Ia jelas lebih hapal beberapa jenis circuit di banding beberapa lawannya pada MotoGP 2019.

Valentino Rossi telah membalap di arena balap motor lebih dari dua dekade. Rossi juga mengutarakan keunggulan yang dimilikinya karena pengalaman yang didapatnya sampai kini di arena grand prix.

Perasaan Takut
“Saya miliki (pengalaman) tentunya, seperti semua rider yang lain. Dengan pengalaman, Anda kenal track serta kerja bagus di trek, walau rider yang lebih muda jelas lebih berani serta tidak sangat takut terjatuh. Diluar itu bila mereka terjatuh, mereka cepat sembuh,” urai Rossi.

“Seperti yang sempat saya jelaskan, kami semua miliki perasaan takut, sebagian orang ketakutannya semakin besar, ada pula yang tidak sangat besat. Itu suatu yang perlu Anda sadari, dan begitu bergantung bagaimana Anda bereaksi,” tambah Rossi.

Rossi masih tetap miliki ambisi besar di usianya yang sesaat kembali sampai 40 tahun. Ia masih tetap ingin tahu memenuhi titel juara dunia kepunyaannya jadi 10.

Akan tetapi, misi Rossi diyakinkan tidak akan gampang terwujud. Ia akan melawan pertarungan berat menantang pesaingnya seperti Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, serta rekanan setimnya, Maverick Vinales.

Team Repsol Honda MotoGP Tengah Dalam Permasalahan Besar Di Awalnya Tahun 2019 Ini

Team Repsol Honda MotoGP Tengah Dalam Permasalahan Besar Di Awalnya Tahun 2019 Ini – Team Repsol Honda MotoGP tengah dalam permasalahan besar di awalnya tahun 2019 ini.

Itu sebab dua pembalapnya, Marc Marquez serta Jorge Lorenzo tidak sedang dalam keadaan 100 %.

Seperti yang didapati, Marc Marquez tengah dalam proses pengobatan operasi cedera bahunya.

Sedang Jorge Lorenzo belakangan ini didapati alami sakit di pergelangan tangannya waktu latihan.

Jorge Lorenzo akan naik ke meja operasi untuk penyembuhannya.

Jelas ini berita tidak bagus buat Repsol Honda.

Ditambah lagi akan ada rilis team di Madrid, Spanyol, 2 hari kembali, persisnya 23 Januari 2019.

Ditambah, awal bulan kedepan ada tes pramusim di Sepang yang dibarengi semua team (6-8 Februari).

Meskipun Marc Marquez diperkirakan bisa ngebut pada tes di Sepang yang akan datang, belumlah pasti dianya telah 100% fit.

Jorge Lorenzo justru belumlah dapat diyakinkan kondisinya.

Perihal ini akan mengganggu persiapan team Repsol Honda menyambut MotoGP 2019.

Salah satunya lawan ke-2 rider, Andrea Dovizioso (Ducati), memberi komentarnya.

Dovi mengakui tidak paham jelas cedera kedua-duanya.

Tetapi Dovi meyakini, persiapan team Repsol Honda akan terganggu berkaitan keadaan ke-2 pembalapnya itu.

Jorge Lorenzo Alami Jidera Retak Tangan

Jorge Lorenzo Alami Jidera Retak Tangan – Jorge Lorenzo sudah melakukan operasi untuk menangani retak di tangannya. Sekarang rider Repsol Honda itu akan melakukan waktu pemulihan.

Lorenzo alami retak pada tangan kirinya saat berlatih di Verona, Italia. Operasi sudah dilaluinya, dimana satu sekrup titanium dipasang untuk mengobati cedera itu.

Lorenzo akan bertahan saat 24 jam di dalam rumah sakit untuk pemantauan keadaan. Situs sah Repsol Honda menyebutkan empat hari diperlukan untuk memulihkan luka operasi, lantas sesudah itu fisioterapi dapat diawali.

Karena cedera ini, Lorenzo akan melupakan tes pramusim di Sepang. Ketetapan ini diambil atas persetujuan Lorenzo serta Repsol Honda.

“Targetnya ialah kembali dengan keadaan fit seutuhnya untuk tes Qatar, pada 23-25 Februari,” catat Repsol Honda di websitenya.

Lorenzo sendiri diyakinkan masih akan ada di acara peluncuran team Repsol Honda untuk musim 2019 di Madrid. Peluncuran akan diselenggarakan Rabu (23/1/2019) besok.

Bos Ducati, Gigi Dall’Igna Meramalkan Honda Ialah Lawan Yang Dipandang Sangat Menyusahkan Di MotoGP 2019

Bos Ducati, Gigi Dall’Igna Meramalkan Honda Ialah Lawan Yang Dipandang Sangat Menyusahkan Di MotoGP 2019 – Bos Ducati, Gigi Dall’Igna meramalkan Honda ialah lawan yang dipandang sangat menyusahkan di MotoGP 2019. Sesaat Yamaha akan membuat progres oke.

Ducati barusan meluncurkan motor anyarnya di Swiss, Sabtu (19/1/2019) pagi hari WIB. Pabrikan Italia itu mengenalkan Desmosedici anyar yang akan ditunggangi Andrea Dovizioso serta Danilo Petrucci.

Mengangkat jargon Mission Winnow, Ducati berkemauan memenangkan MotoGP sesudah dua musim paling akhir hanya senang jadi runner up.

Tetapi Gigi Dall’Igna memandang, Ducati akan mendapatkan perlawanan seru dari beberapa lawan. Yamaha diklaim akan membuat terobosan oke, sesaat Honda masih jadi team yang perlu ditaklukkan.

“Yamaha ialah hanya satu yang akan membuat perkembangan paling besar, tapi motor yang sangat saya takuti masih ialah Honda,” kata Dall’Igna seperti dikutip La Repubblica.

Menyongsong 2019, Ducati tidak hanya mengubah line up pebalapnya. Di paddock, Ducati menghadirkan dua mekanik anyar yaitu Davide Barana, direktur tehnis dan Edoardo Lenoci yang akan mengurus aerodinamis Desmosedici.

Sesaat di tim lawan, Yamaha akan diperkokoh Valentino Rossi serta Maverick Vinales. Sesaat Honda akan menduetkan Marc Marquez dengan bekas rider Ducati, Jorge Lorenzo.

Penyebab Cidera Lorenzo

Penyebab Cidera Lorenzo – Jorge Lorenzo rupanya alami retak pada tangannya. Rider Repsol Honda itu akan butuh melakukan operasi untuk memulihkannya.

Lorenzo tidak diduga dibawa ke IGD Clinica Peschiera de Garda, Verona, Sabtu (19/1/2019) waktu ditempat. Ia didampingi dua orang, yang malas memaparkan fakta kunjungan itu.

Terakhir didapati Lorenzo lakukan kontrol pada tangannya. Ia terjatuh saat melakukan latihan serta kontrol mengutarakan terdapatnya retak pada scaphoid kirinya.

Hasil kontrol pun mengatakan Lorenzo mesti melakukan operasi. Aksi bedah akan dikerjakan team dokter selekasnya sesudah penelusuran medis yang dibutuhkan tuntas pada Senin (21/1) waktu ditempat.

Walau sebenarnya Lorenzo telah dinanti acara terpenting dua hari ke depan. Seperti didapati Repsol Honda akan meluncurkan team pada Rabu (23/1) yang akan datang, yang termasuk juga jadi acara perjumpaan resminya sesudah geser dari Ducati.

“Sayangnya, Lorenzo sudah alami retak pada scaphoid kirinya waktu berlatih di Italia. Ia akan melakukan operasi besok (Jan 21) sesudah penelusuran penambahan,” cuit Repsol Honda di Twitter.

“Info lebih jauh akan ikuti sesudah operasinya,” tambah Repsol Honda.

Joan Mir Bicara Tentang Persaingan Di Class Utama MotoGP

Joan Mir Bicara Tentang Persaingan Di Class Utama MotoGP – Rider Team Suzuki Ecstar, Joan Mir, memberi komentar tentang potensi beberapa rider yang tampil di kelass MotoGP. Mir tidak menolak jika dianya betul-betul terperanjat dengan kualitas yang dipunyai oleh pembalap-pembalap MotoGP.

Seperti didapati, Mir memang akan jadi salah satunya pendatang baru di MotoGP musim 2019. Tidak hanya Mir, ada tiga rider lainnya yang akan kiprah di MotoGP, yakni Francesco Bagnaia, Miguel Oliveira dan Fabio Quartararo.

Mir sendiri telah memperoleh peluang untuk menjajal kecepatan motor Team Suzuki, GSX-RR, saat tampil dalam session latihan pascamusim MotoGP 2018 yang berjalan di Valencia serta Jerez. Di kesempatan itu, Mir ikut lihat langsung seperti apakah kualitas beberapa rider MotoGP.

Mir mengaku jika dianya betul-betul terperanjat dengan kecepatan yang dipunyai oleh beberapa rider MotoGP. Walau demikian, Mir menjelaskan benar-benar tidak gentar serta malah makin terpacu untuk dapat melalui beberapa rider memiliki pengalaman di MotoGP.

“Pertama kali berjumpa mereka itu mengesankan. Saya banyak membandingkannya saat masuk tahun pertama Moto3, Anda berjumpa rider yang sempat Anda lihat di TV serta Anda berjumpa mereka di trek,” kata Mir, seperti diambil dari Motorsport, Selasa (25/12/2018).

“Pada awalannya Anda memang sedikit akan terasa terperanjat. Namun lalu, saat Anda lihat mereka di trek, yang Anda kehendaki ialah menyalipnya,” selesai rider berumur 21 tahun itu.

Optimisme Danilo Petrucci Bersama Ducati

Optimisme Danilo Petrucci Bersama Ducati – Danilo Petrucci tidak lama kembali akan melakukan musim perdananya di Ducati Corse saat memerankan MotoGP 2019. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana tampilan Petrucci kelak di team pabrikan asal Italia itu. Akan tetapi Petrucci meyakini jika dianya akan tampil mengagumkan, bahkan juga dia menyebutkan jika potensi terbaik akan berlangsung pada musim paling baru kelak.

Petrucci menjelaskan jika potensi terbaik akan keluar sebab ada aspek rekanan setimnya di Ducati Corse, yaitu Andrea Dovizioso. Menurut dia Dovizioso bisa membuat dianya jadi Petrucci vs terunggul yang sempat ada dalam dunia balap MotoGP.

“Andrea Dovizioso ialah figur orang yang begitu baik, tidak cuma baik menjadi rider, akan tetapi bisa bekerja bersama dengan ia mengisyaratkan jika saya dapat jadi seseorang Danilo yang terunggul dalam dunia MotoGP,” papar Petrucci, seperti diberitakan Speedweek, Rabu (26/12/2018).

Apakah yang disebutkan Petrucci sebetulnya logis. Pasalnya dii dunia balapan seperti MotoGP, lawan penting di trek bukan rider dari team lainnya. Namun lawan penting datang dari satu garasi atau satu team. Jadi lawan penting Petrucci nanti jelas ialah Dovizioso. Dengan jadikan Dovizioso menjadi lawan, jadi Petrucci akan lakukan beberapa langkah untuk dapat menyamakan perform rider berjuluk The Little Dragon itu, bahkan juga bila mungkin melebihinya.

Jadi seseorang rider Ducati sudah jadi yang diimpikan Petrucci lama. Dia ikhlas menanti saat empat tahun di Pramac Ducati untuk dapat naik ke Ducati Corse. Serta pada akhirnya impiannya itu baru terwujud di MotoGP 2019 kelak.